27/08/15

Personel Keamanan Pilkada Gelar Pasukan

CEK SENJATA : Kapolres bersama Plt Bupati, Dandim dan Danyon 410/Alugoro mengecek senjata usai apel gelar pasukan ops mantap Praja Candi 2015, di alon-alon Blora, Rabu (26/8).
BLORA - Seluruh personel keamanan dalam Pemilukada 2015, Polres Blora, Kodim 0721/Blora, Yonif 410/Alugoro, Linmas, Satpol PP, BPBD mengikuti gelar pasukan dalam rangka Operasi Mantap Praja Candi 2015 yang dilaksanakan di Alon-alon Blora, Rabu (26/8).
Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana bertindak sebagai inspektur Upacara meminta kepada seluruh personel untuk mengawal dan mengamankan seluruh tahapan pemilukada dengan baik dan menjamin serta mengajak agar masyarakat bisa menggunakan hak pilih dengan baik. “Waspada terhadap bahaya terorisme dengan memanfaatkan moment pemilukada,” jelasnya.
Pengamanan akan dilakukan selama 157 hari sehingga seluruh personel harus menyiapkan diri dengan baik. Polres selaku penanggungjawab utama akan dibantu oleh seluruh personel Kodim 0721/Blora dan juga dari Batalyon Infantri (Yonif) 410/Alugoro.
“Potensi kerawanan harus selalu di antisipasi, meskipun di Blora suasananya kondusif,” tegasnya.
Sementara Pelaksana tugas (Plt) Bupati Blora Ihwan Sudrajat mengatakan Personel keamanan memiliki posisi strategis. “Semuanya harus mampu bersikap netral dan bekerja secara profesional,” jelas Ihwan Sudrajat.
Dalam kesempatan itu Kapolres, Plt Bupati, Dandim, Danyon 410/Alugoro melihat langsung kelengkapan sarana pendukung seperti mulai dari senjata hingga kendaraan bermotor. (Sugie Rusyono/CN19/SMNetwork)

25/08/15

Pilkada 2015 : Ditetapkan Abu-Dasum Nomor 1, Djoko-Arief 2, Kusnanto-Sutrisno 3

Ketiga pasangan calon bupati dan calon wakil bupati mengikuti undian nomor urut peserta Pilkada 2015.
BLORA - Setelah Senin (24/8) kemarin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora menetapkan 3 pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti Pilkada 2015. Selasa (25/8) tadi giliran KPU menggelar rapat pleno terbuka mengenai pengundian nomor urut peserta Pilkada yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Bertempat di aula Hotel Adi Jaya, acara rapat pleno terbuka yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri 3 pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, masing-masing Djoko Nugroho - Arief Rohman yang diusung PKB, Nasdem, dan Hanura; Abu Nafi - Dasum diusung PDIP, Gerindra, PPP, dan PAN; serta M Kusnanto - Sutrisno diusung Golkar dan Demokrat.

Rapat pleno terbuka dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Blora, Arifin. Dia berharap agar berapapun nomor urut yang diperoleh masing-masing calon bisa membawa berkah. “Semoga nomor urut nya nanti bisa membawa berkah untuk semua calon bupati dan calon wakil bupati,” jelas Arifin.

Sementara itu komisioner KPU Blora bidang hukum, kampanye dan pencalonan, M Khamdun menjelaskan tata cara pengundian nomor urut peserta Pilkada 2015. “KPU Blora menyediakan 2 tabung, yakni tabung A dan B. Tabung A digunakan untuk menentukan urutan pengambilan nomor urut pasangan, sedangkan tabung B berisi nomor urut pasangan calon yang akan digunakan sebagai nomor pencoblosan,” jelas M Khamdun.

Dia menjelaskan terlebih dahulu sesuai kesepakatan berdasarkan urutan pendaftar, pasangan Djoko-Arief sebagai pendaftar pertama kali mengambil pengambilan nomor di tabung A. Disusul pasangan Abu-Dasum sebagai pandaftar kedua, dan Kusnanto-Sutrisno sebagai pendaftar terakhir.

Hasilnya, Djoko-Arief mendapatkan giliran nomor 3 dalam pengambilan nomor urut peserta pilkada. Pasangan Abu-Dasum mendapatkan nomor 1, giliran pertama mengambil nomor urut peserta pilkada dan Kusnanto-Sutrisno mendapatkan nomor 2 yakni yang kedua mengambil nomor urutan.

Tahapan dilanjutkan dengan pengambilan nomor urut peserta pilkada dari tabung B. Secara bergantian sesuai giliran, Abu-Dasum mengawali pengambilan nomor urut disusul Kusnanto-Sutrisno dan Djoko-Arief. Ketiganya diminta membuka nomor bersamaan di depan peserta rapat pleno.

Setelah dibuka bersama-sama akhirnya diketahui pasangan Abu-Dasum memperoleh nomor urut 1 sebagai peserta pilkada. Djoko-Arief mendapatkan nomor urut 2 dan Kusnanto-Sutrisno memperoleh nomor urut 3. “Alhamdulillah berjalan lancar, semoga semua calon bisa menerima nomor yang diperoleh,” kata Ketua KPU, Arifin.

Usai penentuan nomor urut peserta, Abu Nafi mengucapkan rasa syukurnya karena memperoleh nomor urut 1. “Nomor urut satu ini pemberian Allah SWT, kami bersyukur dan meyakini ini yang terbaik buat kami,” ungkap Abu Nafi.

Pasangan Djoko-Arief juga menerima dengan lapang dada saat mengetahui mendapatkan nomor urut 2. “Dengan nomor urut dua ini, semoga berkah. Kami juga mengucapkan dua hal yakni terimakasih pada KPU Blora yang telah menyelenggarakan tahapan pengundian nomor urut secara adil dan kedua siapapun nanti pasangan calon yang akan memimpin Blora akan tetap menjadi yang terbaik untuk Blora. Dengan visi-misinya, siapapun nanti pasti akan membawa Blora lebih maju,” ungkap Djoko Nugroho, bersama Arief Rohman yang juga mantan anggota DPRD Jateng ini.

Sedangkan pasangan Maulana Kusnanto-Sutrisno tetap legowo walaupun nomor yang diperoleh tidak sesuai harapan. Sebelumnya diberitakan bahwa pasangan ini menginginkan mendapatkan nomor urut 2 agar dalam berkampanye bisa mudah. Namun kenyataannya mendapat nomor urut 3.

“Memang awalnya kami menginginkan angka 2, namun kalaupun tidak ya kami tidak apa-apa dan tetap legowo. Namanya pilkada pasti ada dua pilihan antara menang dan kalah, jadi kalau menang wajib merangkul teman yang kalah untuk bersama-sama membangun Blora. Kalau kalah harus legowo, jangan ada dendam. Nomor tiga ini adalah nomor terbanyak dan pasti nomor baik,” jelas M Kusnanto. (rs-infoblora)

Panwas dan Satpol PP Agendakan Penertiban Alat Peraga Kampanye Pilkada

Salah satu alat peraga kampanye milik pasangan calon yang harus ditertibkan pasca penetapan oleh KPU.
BLORA - KPU Blora menetapkan tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati sebagai peserta Pilkada 2015, Senin (24/8) kemarin. Seiring dengan telah ditetapkan tiga paslon itu, panwas meminta tim kampanye masing-masing menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang telah dipasang.
Ketua Panwas Blora Lulus Mariyonan mengemukakan, pihaknya tidak serta merta langsung melakukan penertiban APK setelah penetapan paslon oleh KPU. Menurutnya, panwas bersama KPU dan Satpol PP akan menggelar pertemuan teknis membahas penertiban APK, Selasa (25/8) hari ini.

“Kami susun perencanaan kegiatan penertiban APK itu. Jadi, APK tidak langsung ditertibkan kemarin atau setelah tiga pasangan calon secara resmi ditetapkan KPU,” ujarnya, Senin (24/8).

Panwas, kata Lulus Mariyonan, juga telah berkoordinasi dengan Polres. Menurutnya, semua pihak diminta menaati aturan kampanye Pilkada. Apalagi, kata dia, dalam pertemuan fasilitasi alat peraga dan bahan kampanye yang digelar KPU beberapa waktu lalu, tim kampanye masing-masing paslon berkomitmen menaati aturan kampanye.

“Setelah penetapan paslon, APK yang telah dipasang itu juga merupakan bagian dari kampanye. Jadwal kampanye sudah ditetapkan, yakni dimulai 27 Agustus. Itu harus ditaati semua pihak,” tegasnya.

Berdasarkan pemantauan, setelah masa pendaftaran 26-28 Juli, calon bupati dan wakil bupati melalui tim suksesnya masing-masing seakan berlomba memasang tanda gambar.

Seluruh ruas jalan di Blora tidak luput dari pemasangan baliho, spanduk maupun banner berisi foto cabup. Tak hanya di tempat yang ramai dilalui masyarakat, kawasan hutan yang relatif sepi juga dipasangi gambar foto cabup. 

Bahkan untuk menghindari kecaman pemasangan gambar dengan cara dipaku di batang pohon di pinggir jalan, ada yang menyiasatinya dengan hanya mengikat gambar di pohon. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)

13/08/15

Satpol PP Tutup Paksa 4 Cafe Karaoke Bukit Cinta Jepon


Warga Desa Tempellemahbang menggelar demo di jalan menuju kawasan Bukit Cinta Jepon, kemarin.
BLORA - Selasa siang (12/8) kemarin puluhan warga Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon menggelar demonstrasi di kawasan Embung Bukit Cinta. Mereka menuntut agar pemerintah segera menutup paksa café dan karaoke liar yang masih tetap beroperasi di wilayah setempat.

Warga merasa sangat terganggu dengan keberadaan café dan karaoke tersebut. Setiap tengah malam banyak pelanggan café yang pulang dalam keadaan mabuk. “Sering tengah malam ada oarng yang berteriak-teriak dalam keadaam mabuk pulang dari café. Musik yang dimainkan juga dengan volume keras sehingga kami sebagai warga sini merasa terganggu,” kata Siti Qoniah, salah satu warga yang ikut demo.

Satpol PP, Polisi dan beberapa pihak terkait berunding sebelum menyegel cafe.
Ia menambahkan, penutupan café dan karaoke ini mereka suarakan juga untuk melindungi generasi muda desa setempat. “Disini banyak pemuda dan anak-anak kecil mas. Kalau setiap hari disuguhi kondisi orang mabuk-mabukan kan efeknya negatif untuk anak-anak. Bisa merusak generasi bangsa. Kalau dibiarkan saja lama-kelamaan bisa jadi tempat prostitusi. Kami sepakat meminta agar pemerintah yang berwenang segera menutupnya,” lanjut Siti.

Berdasarkan keterangan yang didapat, memang keberadaan tempat hiburan malam berupa café dan karaoke di kawasan Bukit Cinta Jepon ini tidak memiliki izin operasional dari pemerintah. Sehingga bisa dikatakan sebagai tempat hiburan malam liar. “Kalaupun nanti akan mengurus izin, kami sebagai masyarakat sekitar tidak akan memberikan izin,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bidang Penegakan Perda dan Perundangan Satpol PP Blora, Lilik menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait seperti Badan Perizinan, Kepolisian dan pihak desa.

“Kami telah komunikasikan semua keluhan warga dengan pihak terkait dan kini kami juga telah menyegel serta menutup 4 café karaoke yang ada di kawasan Bukit Cinta Jepon. Saat proses penyegelan juga disaksikan oleh warga Desa Tempellemahbang, pihak Kepolisian dan TNI,” jelas Lilik.

Empat café dan karaoke yang disegel adalah café karaoke Bukit Cinta, 504, Violet, dan Salsa. Sayangnya pada saat penyegelan oleh petugas, semua pemilik café dan karaoke sudah tidak ada di tempat. Diduga rencana penyegelan dan demonstrasi warga ini sudah bocor, sehingga para pemilik café telah kabur. (rs-infoblora)

12/08/15

Hari Ini, Gubernur Dijadwalkan Kunjungi Blora Cek Kekeringan dan Ketersediaan Pangan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
BLORA - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Blora hari ini, Rabu (12/8). Gubernur ingin melihat dampak langsung musim kemarau di wilayah Blora.
Mantan anggota DPR RI itu juga dijadwalnya mengecek ketersediaan pangan seiring banyaknya petani yang tidak bercocok tanam lantaran air irigasi kurang tercukupi.
Wilayah yang dituju dalam kunjungan tersebut adalah daerah yang selama ini dikenal paling parah terkena dampak musim kemarau, yakni Kecamatan Jati. Adapun ketersediaan pangan yang dicek adalah di lumbung pangan di Desa Adirejo, Kecamatan Blora.
“Gubernur akan datang ke Blora memberikan bantuan air bersih,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Blora, Sutikno Slamet, Selasa (11/8).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain bantuan air bersih dan mengecek ketersediannya pangan, gubernur dalam kunjunganya ke Blora akan memberikan pula bantuan seragam sekolah SD serta pemugaran atau renovasi rumah warga yang tidak layak huni.
Gubernur dijadwalkan tiba di Blora pada siang hari. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kecamatan Jati. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Blora di Desa Andongrejo. (Abdul Muiz / CN26 / SM Network)

Ihwan Sudrajat jadi Plt Bupati

Ir.Ihwan Sudrajat MM sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Blora, didampingi sang istri.
BLORA - Bupati Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Abu Nafi telah habis masa jabatan terhitung 11 Agustus 2015 kemarin. Sebagai penggantinya, yakni pelaksana tugas (Plt) Bupati dipercayakan kepada Ir.Ihwan Sudrajat MM. Ganjar Pranowo memilih salah satu staf ahli Gubernur bidang pemerintahan ini untuk memimpin Blora pasca lengsernya Pak Kokok (sapaan akrab Djoko Nugroho).

Saat acara pisah sambut di Pendopo Kabupaten, Selasa (11/8) kemarin, Ihwan Sudrajat mengungkapkan bahwa dirinya siap memimpin Blora meski bukan sebagai bupati sebenarnya. Dia menyatakan bahwa dirinya telah mengenal kondisi dan potensi Kabupaten Blora, sehingga kedepan akan mengajak segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk kerja lebih giat dan gerak cepat membangun Blora.

“Saya dipercaya Pak Gubernur untuk mempimpin Blora dan sudah banyak saya kuasai potensi serta kondisi permasalahan yang sedang dialami wilayah ini. Jadi saya datang bukan tanpa bekal. Dengan bekal inilah akan saya jadikan bahan untuk menggerakkan mesin pemerintahan di seluruh SKPD untuk gerak cepat meneruskan pembangunan Blora,” ungkat Ihwan Sudrajat didampingi sang istri.

“Sebelumnya saya pernah menjadi pimpinan delegasi Provinsi Jateng saat pembahasan besaran penyertaan modal Participating Interest (PI) Blok Cepu dengan Pemkab Bojonegoro. Jadi saya juga tahu bagaimana keadaan permasalahan migas yang ada di Blora,” lanjut Ihwan.

Dari Semarang ke Blora, Ihwan Sudrajat membawa misi yang dititipkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo agar dilaksanakan saat menjabat sebagai Plt Bupati. “Pesan Pak Ganjar, pelaksanaan Pilkada di Blora yang akan dilaksanakan serentak nasional 9 Desember mendatang harus berjalan sukses, menjaga netralitas dalam berdemokrasi serta membuka lebar akses informasi publik baik melalui media online ataupun media sosial,” tambah Ihwan.

Sebagaimana diketahui, seorang Plt Bupati tidak bisa memutuskan suatu kebijakan publik baru diluar kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tidak boleh memutasi pegawai, dan tidak boleh membatalkan keputusan bupati terdahulu. Ia bertugas melanjutkan program program kerja bupati lama yang belum terselesaikan. (rs-infoblora)

Sumber : infoblora.com

Satpol PP Blora Akan Tutup Paksa Cafe Karaoke Liar Tak Berizin

Sri Handoko, S.Sos, M.Si Kepala Satpol PP Blora
BLORA - Satpol PP Blora akan bertindak tegas terhadap cafe dan karaoke yang tidak mengantongi izin. Aparat penegak peraturan daerah (perda) itu akan menutup paksa cafe dan karaoke ilegal.

“Seperti salah satu cafe dan karaoke di wilayah Kecamatan Jepon. Kami akan melakukan penutupan secepatnya, karena ternyata tempat karaoke itu masih buka, padahal sudah menandatangi kesediaan menutup usaha sebelum terbit surat izinnya,” ujar Kepala Satpol PP Blora Sri Handoko, Selasa (11/8) kemarin.

Pada 7 Juli lalu ketika bulan puasa Ramadan, Satpol PP bersama Camat, kapolsek serta Danramil melakukan pertemuan dengan pemilik cafe di Kecamatan Jepon di pendapa Kecamatan Jepon.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri beberapa kepala desa itu sebanyak 11 pemilik cafe dan karaoke menandatangani surat pernyataan tidak akan membuka usahanya  sebelum pengurusan izinnya selesai. Dengan telah melakukan penandatanganan surat pernyataan tersebut, seluruh cafe di Jepon yang belum mengantongi izin diminta tutup.

“Namun berdasarkan laporan yang kami terima, dari 11 cafe itu ternyata masih ada yang buka padahal izinnya belum selesai diurus,” tandas Sri Handoko yang pernah menjadi Camat Blora.

Menurut Sri Handoko, selain di Kecamatan Jepon, cafe dan karaoke yang belum mempunyai izin tersebar pula di sejumlah kecamatan di Blora. Cafe dan karaoke illegal itu juga sudah diminta tutup sampai mereka menyelesaikan perizinannya.

Saat ini setidaknya ada 86 tempat hiburan karaoke di wilayah Kabupaten Blora yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari jumlah itu, 75 tempat karaoke tidak berizin, sedangkan 11 sisanya sudah mengantongi izin lama.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Blora Ihwan Sudrajat menegaskan, tidak ada larangan mendirikan dan membuka cafe karaoke. “Namun izinnya harus ada,” tegasnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)

Sumber : infoblora.com

29/07/15

INI KAWASAN TERTIB PGOT DAN PKL

Kawasan Tertib PGOT dan PKL di Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani
BLORA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP Pemprov/Pemkab) mensosialisasikan Kawasan Tertib di jalan protokol. Upaya tersebut ditempuh dengan memasang papan pengumuman peringatan dan membagikan pamflet kepada warga masyarakat. Selain itu juga melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga dan pihak terkait.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora, Sri Handoko, di Blora, Rabu (29/07) mengatakan sosialisasi bertujuan untuk menciptakan kawasan yang aman, tertib dan bersih, namun masih ada toleransi kepada para PKL untuk melakukan aktifitas jualan pada sore hari. Dengan catatan setelah berjualan harus bersih.
“Dilakukan briefing dengan sejumlah pihak, yaitu dari kepolisian, TNI, DPPKKI, Kepala Kelurahan Karangjati, Kunden dan Kauman, termasuk KST (Kader Siaga Trantib). Juga membagikan pamflet kepada para pengguna jalan dan warga masyarakat,” ujar Sri Handoko.
Papan peringatan dipasang di Jalan Pemuda (depan kantor telkom Blora) dan Jalan A.Yani Blora (depan SMK Katholik).
Pada kawasan tertib yang dimaksud, menurut dia, selain PKL adalah kawasan bebas pengemis, gelandangan, pengamen dan orang terlantar (PGOT), termasuk larangan memasang reklame dan spanduk tanpa ijin.
Warga pemilik toko yang ada di sepanjang jalan protokol diimbau untuk lebih peduli pada ketertiban, kebersihan dan keindahan. (DPPKKI Kab Blora | ‘tg).
Sumber : blorakab.go.id