BUPATI BLORA BESERTA JAJARAN MUSPIDA

Penyerahan santunan dan tali asih kepada masyarakat dalam rangka HUT SATPOL PP Tahun 2014

KEPALA SATPOL PP BLORA SRI HANDOKO, S.Sos, M.Si

Sambutan pada forum silaturahmi kel. besar Anggota Satpol PP Kab. Blora dalam rangka HUT SATPOL PP Tahun 2014

JAJARAN PEJABAT STRUKTURAL DI SATPOL PP BLORA

Upacara penghormatan dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Blora.

PASUKAN LINMAS INTI KABUPATEN BLORA

Anggota Linmas Inti Kabupaten Blora disiapkan untuk mengikuti upacara dalam rangka HUT SATPOL PP Tahun 2014

PASUKAN UPACARA HUT SATPOL PP KAB. BLORA TAHUN 2014

Para peserta upacara dalam rangka HUT SATPOL PP Tahun 2014

16/12/14

Kawasan Perbukitan Harus Waspada Longsor

Salah satu wilayah perbukitan di Blora (foto: satpolpp blora)
BLORA – Pemkab Blora mengingatkan masyarakat yang bermukim di daerah perbukitan untuk mewaspadai  tanah longsor. Turunnya hujan lebat dapat memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan hingga menyebabkan tanah longsor.
Berdasarkan data dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Blora merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang perlu mewaspadai terjadinya tanah longsor. Adapun kawasan di Blora yang rentan pergerakan tanah (zona merah) seiring curah hujan tinggi berkisar 201-300 mm/bulan, antara lain sejumlah desa di daerah perbukitan di Kecamatan Bogorejo, Kecamatan Blora (perbatasan dengan Rembang), Tunjungan, Japah (perbatasan dengan Pati) dan Kecamatan Todanan.
Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, Sri Handoko, mengemukakan Bupati Djoko Nugroho telah mengeluarkan instruksi tentang kewaspadaan dini terhadap terjadinya bencana alam. Tak hanya bencana tanah longsor, melainkan juga kewaspadaan terhadap angin puting beliung dan banjir. ‘’Pemkab telah mendirikan posko bencana di sejumlah kecamatan. Ini sebagai antisipasi dini,’’ ujarnya, Senin (15/12).
Menurutnya, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa diminta melakukan langkah antisipasi bencana. Diantaranya melalui deteksi dini, koordinasi serta kewaspadaan yang tinggi ketika mulai turun hujan lebat. Diharapkan dengan antisipasi dini tersebut, bencana alam yang merenggut korban jiwa bisa diminimalisir. ‘’Siapapun tentu tidak menghendaki terjadi bencana alam,’’ tandasnya.
Sri Handoko mengungkapkan, meski beberapa desa di Blora berada di kawasan perbukitan, namun seingat dia, belum pernah terjadi musibah tanah longsor setelah turun hujan lebat. Namun begitu, pernah ada kejadian musibah tanah longsor di lokasi penambangan galian C dan merenggut korban jiwa. (Abdul Muiz/CN34/SM Network)

Satpol PP Cepu dapat Mobil Operasional

SIMBOLIS : Kepala Satpol PP Blora, Sri Handoko menyerahkan 
bantuan mobil operasional kepada Camat Cepu, Mei Nariyono. (foto : ahmad sampurno)
BLORA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cepu, menerima satu unit mobil operasional dari Kantor Satpol PP Blora untuk menunjang kinerja anggotanya. Mobil tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Blora, Sri Handoko dan diterima langsung oleh Camat Cepu, Mei Nariyono, Senin (15/12/2014).

Sri Handoko, menilai Cepu adalah Kota ke dua setelah Kabupaten Blora dan merupakan wajah dari Blora. Sehingga perlu diperhatikan terkait dengan permasalahan Penegakan Perda Nomor 6 tahun 1990 tentang Kebersihan Keindahan dan Ketertiban (K3).

Ia mengungkapkan, selama ini Satpol PP Kecamatan Cepu kesulitan dalam menjalankan operasi penegakan perda lantaran terbentur dengan tidak adanya mobil operasional. Karena itu dengan bantuan mobil operasional itu, diharapkan dapat menunjang operasional anggota di Kecamatan Cepu.
"Meskipun kondisinya tidak baru, tapi sudah kami perbaiki," kata Sri Handoko kepada suarabanyuurip.com usai penyerahan.

Sementara itu, Camat Cepu, Mei Nariyono, berterimaksih atas bantuan yang telah diberikan. Dengan adanya mobil operasional ini digunakan petugas Satpol PP Cepu berpatroli atau sewaktu-waktu melakukan operasi. Sehingga tidak perlu lagi menunggu armada dari Kabupaten Blora.
"Tapi surat perintah penertiban tetap yang mengeluarkan Kantor Satpol PP Kabupaten," sambung Mei. (ams)

02/12/14

PGOT Blora Pasokan Luar Daerah

Penertiban PGOT di wilayah Kab. Blora (foto:satpolpp blora)
BLORA - Pengamen Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) yang tersebar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah diduga merupakan sengaja dipasok  oleh orang tak bertanggung jawab dari luar kota. Hal itu diketahui saat Satpol PP Blora melakukan razia rutin terhadap PGOT beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Blora, Widodo Prasetyo, mengatakan, saat melakukan razia rutin, dan melakukan pendataan indentitas beberapa waktu lalu, rata-rata mereka berasal dari luar kota Blora.
“Kami menduga, jika keberadaan mereka itu ada yang mendrop ke Blora. Sebab, ketika ditanya identitasnya, mereka mengaku bukan berasal dari Blora,” kata Widodo Selasa (2/12/2014).
Dari razia yang telah dilakukan, PGOT yang terjaring rata-rata berasal dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Seperti sudah ada yang mengkoordinir mereka, untuk mencari sedekah di sini,” jelas Widodo.
Lebih lanjut dia menjelaskan, para PGOT itu sering mangkal di Jalan A Yani, Jalan Pemuda, Jalan Gatot Subroto, dan juga Pos Ngancar. Kebanyakan dari mereka adalah orang lanjut usia, dan ibu-ibu dengan menggendong anak kecil.
“Mereka yang terjaring, razia, langsung diarahkan ke panti sosial,” ujarnya. (ams)

26/11/14

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama di Lingkup Ratubangnegoro Tahun 2014

Tanggal : 26 Nopember 2014
Pukul : 14.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Setda Kab. Tuban
Acara : Penandatanganan Perjanjian Kerjasama di Lingkup Ratubangnegoro Tahun 2014

Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Tipora) dan Sosialisasi Pengawasan Orang Asing di wilayah Kab. Blora

Tanggal : 26 Nopember 2014
Pukul : 09.00 WIB
Tempat : Hotel Grand Mega Resort (Jl. Tambakromo 27 Cepu)
Acara : Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Tipora) dan Sosialisasi Pengawasan Orang Asing di wilayah Kab. Blora

24/11/14

Bimbingan Teknis bagi Aparat Satpol PP dalam Pengaturan Jaga, Pengawalan dan Patroli (Turjawali)

Tanggal : 24 s/d 26 Nopember 2014
Pukul : 12.00 WIB
Tempat : Patra Convention Hotel (Jl. Sisingamangaraja Candi Baru Semarang)
Acara : Bimbingan Teknis bagi Aparat Satpol PP dalam Pengaturan Jaga, Pengawalan dan Patroli (Turjawali)

Sinkronisasi dan Evaluasi Pengelolaan Data Kerawanan di Daerah berbasis Sistem Informasi Geospasial

Tanggal : 24 Nopember 2014
Pukul : 09.00 WIB
Tempat : Hotel @Home (Jl. Pandanaran N0. 119 Semarang)
Acara : Sinkronisasi dan Evaluasi Pengelolaan Data Kerawanan di Daerah berbasis Sistem Informasi Geospasial