BUPATI BLORA BESERTA JAJARAN MUSPIDA

Penyerahan santunan dan tali asih kepada masyarakat dalam rangka HUT SATPOL PP Tahun 2014

KEPALA SATPOL PP BLORA SRI HANDOKO, S.Sos, M.Si

Sambutan pada forum silaturahmi kel. besar Anggota Satpol PP Kab. Blora dalam rangka HUT SATPOL PP Tahun 2014

JAJARAN PEJABAT STRUKTURAL DI SATPOL PP BLORA

Upacara penghormatan dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Blora.

PASUKAN LINMAS INTI KABUPATEN BLORA

Anggota Linmas Inti Kabupaten Blora disiapkan untuk mengikuti upacara dalam rangka HUT SATPOL PP Tahun 2014

PASUKAN UPACARA HUT SATPOL PP KAB. BLORA TAHUN 2014

Para peserta upacara dalam rangka HUT SATPOL PP Tahun 2014

26/11/14

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama di Lingkup Ratubangnegoro Tahun 2014

Tanggal : 26 Nopember 2014
Pukul : 14.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Setda Kab. Tuban
Acara : Penandatanganan Perjanjian Kerjasama di Lingkup Ratubangnegoro Tahun 2014

Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Tipora) dan Sosialisasi Pengawasan Orang Asing di wilayah Kab. Blora

Tanggal : 26 Nopember 2014
Pukul : 09.00 WIB
Tempat : Hotel Grand Mega Resort (Jl. Tambakromo 27 Cepu)
Acara : Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Tipora) dan Sosialisasi Pengawasan Orang Asing di wilayah Kab. Blora

24/11/14

Bimbingan Teknis bagi Aparat Satpol PP dalam Pengaturan Jaga, Pengawalan dan Patroli (Turjawali)

Tanggal : 24 s/d 26 Nopember 2014
Pukul : 12.00 WIB
Tempat : Patra Convention Hotel (Jl. Sisingamangaraja Candi Baru Semarang)
Acara : Bimbingan Teknis bagi Aparat Satpol PP dalam Pengaturan Jaga, Pengawalan dan Patroli (Turjawali)

Sinkronisasi dan Evaluasi Pengelolaan Data Kerawanan di Daerah berbasis Sistem Informasi Geospasial

Tanggal : 24 Nopember 2014
Pukul : 09.00 WIB
Tempat : Hotel @Home (Jl. Pandanaran N0. 119 Semarang)
Acara : Sinkronisasi dan Evaluasi Pengelolaan Data Kerawanan di Daerah berbasis Sistem Informasi Geospasial

Rakor Pengelolaan Pengaduan Masyarakat dalam Peningkatan Pelayanan Publik

Tanggal : 24 Nopember 2014
Pukul : 09.00 WIB
Tempat : Kantor Gubernur Jateng (Jl. Menteri Supeno No.2 Semarang)
Acara : Rakor Pengelolaan Pengaduan Masyarakat dalam Peningkatan Pelayanan Publik

20/11/14

Jalur Protokol Terlarang untuk PKL

BLORA - Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalur protokol Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah bakal menjadi sasaran penertiban oleh Satpol PP Blora. Mereka dianggap mengganggu wajah kota Cepu yang merupakan ikon Blora, dan merupakan Wajah Blora dari arah Jawa Timur.
PKL di sudut Kota Cepu, Blora yang ditertibkan oleh petugas Satpol PP Blora. (Foto : Ahmad Sampurno)
Di samping itu, para pengais rejeki dengan membuka lapak, dan tenda tersebut dianilai telah melanggar Perda yang berlaku.
Kepala Satpol PP Blora, Sri Handoko, menegaskan, PKL yang berada di jalur protokol akan ditertibkan. “Ke depan PKL di jalur utama Cepu akan kami tertibkan,” tegasnya, Kamis (20/11/2014).
Lebih lanjut, Handoko menjelaskan, penertiban akan dilakukan secara rutin untuk ketertiban Kota Cepu. “Ke depan akan kami lakukan secara rutin. Termasuk di wilayah-wilayah protokol,” katanya.
Dia menganggap, Cepu masuk kategori daerah yang dikhususkan, karena Cepu adalah wajah Blora dari arah Jawa Timur. Untuk itu harus tertib.
Handoko menuturkan, tahun yang akan datang Pemkab Blora juga akan melarang pada PKL berjualan di areal taman di siang hari.
“Kalau untuk sore hingga dini hari tidak apa-apa digunakan untuk berjualan. Tapi untuk pagi hingga siang hari harus bersih kembali,” ujar Sri Handoko. (ams)

19/11/14

Lagi, Satpol PP Blora Bongkar Paksa Lapak PKL di Cepu

Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora tengah menaikan barang-barang milik PKL di Taman Seribu Lampu Cepu ke atas mobil, dalam operasi penertiban Selasa (18/11) kemarin. (Foto : Suarasamin/Tri Juwanto/65)
BLORA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora kembali melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), Selasa (18/11) kemarin. Tidak kurang dari 30 petugas dikerahkan untuk membongkar paksa puluhan lapak pedagang yang biasa mangkal kawasan di Taman Seribu Lampu, Kota Cepu.
Langkah tegas ini terpaksa diambil karena para pedagang kembali membandel dengan membiarkan lapak mereka tetap berdiri usai berjualan. Padahal sebelumnya, Satpol PP melalui pemerintah Kecamatan Cepu telah melayangkan surat peringatan hingga tiga kali. Namun tidak dihiraukan oleh para PKL.
Dipimpin langsung Kepala Kantor Satpol PP Blora, Sri Handoko, operasi penertiban dimulai pukul 08.30. Dengan membawa sejumlah peralatan dan kendaraan pengangkut, petugas menyisir kawasan Taman Seribu Lampu. Mulai dari Tugu Kuda hingga depan rumah sakit umum dr. R. Soeprapto.
Berbeda dengan penertiban sebelumnya, dalam operasi kali ini petugas tidak mendapatkan perlawanan. Bahkan sejumlah pedagang yang ada di lokasi tidak melakukan reaksi apapun. Mereka hanya diam saat petugas membongkar lapak dan mengangkutnya ke atas kendaraan untuk selanjutnya dibawa ke kantor Kecamatan Cepu.
Sri Handoko mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi. Dengan harapan, para PKL bisa mematuhi kesepakatan bersama yang telah dibuat sebelumnya antara paguyuban dengan Pemkab. Dalam hal ini, pemerintah Kecamatan Cepu. Namun, langkah persuasif tersebut tidak banyak membuahkan hasil.
Bahkan hingga surat peringatan ketiga diberikan, masih banyak pedagang yang membandel. Mereka tetap membiarkan lapak berdiri di siang hari usai berjualan pada malam hari. ”Kita tahu mereka butuh makan, tapi karena sudah tidak tertib apa boleh buat, sikap tegas ini harus kita ambil,” kata Sri Handoko di sela-sela memimpin penertiban.
Dijelaskan, hasil penertiban selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari kabupaten. Untuk sementara lapak dan peralatan PKL diamankan di kantor Kecamatan Cepu. Jika dalam waktu tiga hari tidak diambil, akan dibawa ke Kantor Satpol PP sebagai barang sitaan.
Masih Berdiri
Handoko tidak menampik jika operasi penertiban kemarin bocor. Sebab, menurut informasi sebelum penertiban berlangsung banyak lapak yang masih berdiri. Terutama di taman sisi Barat. Tetapi saat petugas datang ke lokasi, hanya beberapa yang tersisa. Kebanyakan adalah lapak tempat permainan anak-anak.
Mantan Camat Blora Kota ini mengungkapkan, selain Taman Seribu Lampu, penertiban juga akan dilakukan di kawasan lain. Seperti di sejumlah jalan protokol yang ada di Kota Cepu. untuk memberikan efek jera terhadap para PKL yang membandel, Satpol PP juga akan bertindak lebih tegas. ”Bisa saja kita jatuhkan sanksi berupa denda atau bahkan hukuman pidana,” ungkapnya.
Menurut Handoko, ancaman sanksi tersebut sebagaimana tercantum dalam Perda Nomor 06 tahun 1991 tentang ketertiban, kebersihan dan keindahan (K3). Ditambahkan, Cepu merupakan kota persinggahan sekaligus wajah bagi Kabupaten Blora. Sehingga ketertiban menjadi hal yang paling diprioritaskan.
Camat Cepu, Mei Nariyono melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Solekan Muchtar menambahkan, jumlah PKL di Kota Cepu saat ini ada sekitar 300 orang. Mereka tersebar di beberapa kawasan. Dikatanya, dalam beberapa kesempatan para PKL sudah diimbau untuk berlaku tertib.
Meski sebagian telah berangsur tertib, namun tetap saja ada PKL yang melanggar. Khususnya mereka berjualan di kawasan taman sebelah Barat. Masalah PKL memang menjadi salah satu persoalan yang mendesak untuk segera ditangani di Kota Cepu,” ungkap Solekan.(Tri/98))