Pencarian

Memuat...

Selasa, 13 Maret 2012

HUT Satpol PP



Polisi Pamong Praja didirikan di Yogyakarta pada tanggal 3 Maret 1950 dengan moto Praja Wibawa, untuk mewadahi sebagian tugas Pemerintah Daerah. Sebenarnya tugas ini telah dilaksanakan pemerintah sejak zaman kolonial. Sebelum menjadi Satuan Polisi Pamong Praja setelah proklamasi kemerdekaan dimana diawali dengan kondisi yang tidak stabil dan mengancam NKRI, dibentuklah Detasemen Polisi sebagai Penjaga Keamanan Kapanewon di Yogjakarta sesuai dengan Surat Perintah Jawatan Praja di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Pada tanggal 10 November 1948, lembaga ini berubah menjadi Detasemen Polisi Pamong Praja.  Di Jawa dan Madura, Satuan Polisi Pamong Praja dibentuk tanggal 3 Maret 1950. Inilah awal mula terbentuknya Satpol PP, dan oleh sebab itu, setiap tanggal 3 Maret ditetapkan sebagai Hari Jadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan diperingati setiap tahun.
Pada Tahun 1960, dimulai pembentukan Kesatuan Polisi Pamong Praja di luar Jawa dan Madura, dengan dukungan para petinggi militer /Angkatan Perang.  Tahun 1962 namanya berubah menjadi Kesatuan Pagar Baya untuk membedakan dari korps Kepolisian Negara seperti dimaksud dalam UU No 13/1961 tentang Pokok-pokok Kepolisian.  Tahun 1963 berubah nama lagi menjadi Kesatuan Pagar Praja. Istilah Satpol PP mulai terkenal sejak pemberlakuan UU No 5/1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah. Pada Pasal 86 (1) disebutkan, Satpol PP merupakan perangkat wilayah yang melaksanakan tugas dekonsentrasi.
Saat ini UU 5/1974 tidak berlaku lagi, digantikan UU No 22/1999 dan direvisi menjadi UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah.  Dalam Pasal 148 UU 32/2004 disebutkan, Polisi Pamong Praja adalah perangkat Pemerintah Daerah dengan tugas pokok menegakkan Perda, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat sebagai pelaksanaan tugas desentralisasi.
Dalam memperingati Hari Ulang Tahun Satpol PP ke-62 tahun 2012 tingkat Propinsi Jawa Tengah, kegiatan peringatan HUT ditandai dengan pelaksanaan upacara yang dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2012 bertempat di Lapangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jl. Pemuda Ambarawa, Kabupaten Semarang.  Peserta upacara terdiri dari anggota Satpol PP Prop. Jateng, Satpol PP Kab/Kota Se Jateng, Polres Semarang, Dishub Kab. Semarang, Invanteri II/Tank Ambarawa dan Linmas Kab. Semarang.  Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara Kasatpol PP Kab. Semarang, bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Gubernur Jawa Tengah. 
Di dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan oleh Gubernur Jateng, Mendagri menyampaikan bahwa Satpol PP sebagai salah satu bagian dari perangkat pemerintah daerah yang bertugas menjaga keamanan, ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, diharapkan untuk lebih dapat meningkatkan perannya dalam melayani masyarakat, dan dapat lebih peka dengan kondisi yang ada di masyarakat terkait dengan isu-isu yang sedang berkembang saat ini.   Sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktifitasnya dan tidak terganggu dengan isu-isu negative yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.  Keberadaan Satpol PP kedepannya akan lebih berat tanggung jawabnya mengingat semakin besar tantangan yang dihadapi, salah satunya adalah image dari masyarakat tentang Satpol PP di daerah lain yang hanya bertugas sebagai perusak barang dagangan pedagang, petugas penggusuran.  Tetapi Satpol PP tidak boleh berkecil hati dengan pendapat negative masyarakat tentang hal tersebut, yang lebih diutamakan adalah menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku dan tetap menjaga profesionalisme dan arif dalam bertindak.
Untuk Kabupaten Blora sendiri Satpol PP terbentuk pada tanggal 1 Agustus 1991 yang lebih dikenal dengan sebutan anggota Ketertiban Umum ( Tibum ), yang pada saat itu dibawah Bagian Pemerintahan Setda Blora.  Seiring dengan perkembangan situasi, Bidang Tibun bergabung dengan bidang lain yaitu Kesatuan Bangsa dan Linmas dalam satu kantor menjadi kantor Satpol PP, Kesbang dan Linmas.  Pada tahun 2009, Satpol PP memisahkan diri dengan Kesbang dan Linmas dan menjadi SKPD sendiri dengan nama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora dengan tugas membantu Kepala Wilayah dalam menyelenggarakan Pemerintahan Umum khususnya dibidang Ketentraman dan Ketertiban di wilayah Kabupaten Blora.






Selasa, 02 Agustus 2011

Pelatihan Anggota Satpol PP



              

PELATIHAN PENGENDALIAN KEAMANAN DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN
BAGI ANGGOTA POLISI PAMONG PRAJA
KABUPATEN BLORA


            Kegiatan Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora Tahun 2011 dilaksanakan sebagai berikut :
1.      Dasar :
a.   Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010  tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja.
b.  Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2005 tentang Pedoman Prosedur Tetap Operasional Satuan Polisi Pamong Praja.
c.   Perda Kabupaten Blora Nomor 16 Tahun 2011 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Blora Tahun 2011.
d.   Program Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora Tahun 2011

2.   Maksud dan Tujuan
a.    Maksud :
Agar Anggota Polisi Pamong Praja sebagai aparat Penegak Peraturan Daerah dan Keputusan Bupati mendapat bekal yang cukup dalam pelaksanaan tugas di lapangan
b.   Tujuan :
Memberikan pengetahuan baik teori dan praktek bagi Anggota Polisi Pamong Praja agar nantinya tidak tidak canggung dalam pelaksanaan tugas di lapangan serta untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia bagi Anggota Polisi Pamong Praja.

3.   Waktu dan tempat pelaksanaan
a.   Waktu
Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora Tahun 2011 dilaksanakan pada tanggal 18 s/ 20 Juli 2011.
b.   Tempat
Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora Tahun 2011 dilaksanakan di Gedung PKPRI Jl. Halmahera No. 3 Blora.

4.      Peserta :
a.       Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora Tahun 2011 terdiri dari Anggota Pol. PP. Kabupaten dan Anggota Pol. PP. Kecamatan sebanyak 74 Orang

5.   Materi dan Penceramah
a.        Senam / PBB dari Polres Blora
b.       Pengetahuan tentang Penjagaan Obyek Vital dari Polres Blora
c.        Pengetahuan tentang Patroli Wilayah dari Polres Blora
d.       Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja dari Satpol PP Kabupaten Blora

6.   Metode Penyampaian Materi :
a.    Ceramah
b.    Diskusi / Tanya Jawab
c.    Praktek Lapangan

7.   Biaya
Biaya Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora Tahun 2011 di anggarkan pada APBD Kabupaten Blora Tahun 2011.

Foto-foto kegiatan:
 
Penyaji materi pada Diklat Anggota Satpol PP








Upacara Pembukaan
Pengarahan dari Kasat Pol PP Kab. Blora









Pengarahan dari Polres Blora
Pengarahan dari Kasi Penindakan Satpol PP Kab. Blora

Foto Bersama

Kegiatan Praktek Lapangan

        


Selasa, 19 Juli 2011

Operasi Pekat

Kegiatan Satpol PP dalam Operasi Pekat
Pendataan PSK yang Terjaring dalam Operasi Pekat
Salah satu tugas dari Satpol PP adalah menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.  Dalam rangka menjaga kondisi tersebut, Satpol PP melakukan kegiatan operasi pekat di sekitar wilayah kecamatan Blora.  Dari hasil operasi, terjaring 10 PSK yang mangkal di beberapa lokasi seperti Pos Ngancar, lapangan Golf, kompleks Stadiun Kridasana.  PSK yang terjaring dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan.

Kamis, 16 Juni 2011

Operasi Rokok Illegal






                          Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan Penertiban/Pemberantasan Rokok Polos pada hari Selasa, 31 Mei 2011 di wilayah Kecamatan Kradenan.   Dalam operasi tersebut ditemukan ada beberapa produk rokok yang dijual tanpa pita cukai atau disebut rokok polos.  Beberapa merk rokok polos yang berhasil didapat dari penjual yaitu :
1. Nama              : Yanik Jamilah
                                                 Umur              : 45 tahun
                                                 Pekerjaan        : Wiraswasta
                                                 Alamat           : Dk. Bapangan, Ds. Mendenrejo, Kecamatan Kradenan
Merk rokok polos yang dijual dan diamankan antara lain :
a.               “VERSI” sebanyak 1 bungkus.
b.               “LAYAR MAS” sebanyak 1pres.
c.               ”SUMBER ALAM” sebanyak 1 pres.
d.              ”MALIOBORO” sebanyak 1 bungkus.
                                      
                                             2. Nama              : Ngasri Wagimin
                                                 Umur              : 48 tahun
                                                 Pekerjaan        : Wiraswasta
Alamat          : Dk. Bapangan, Ds. Mendenrejo, Kecamatan Kradenan
Merk rokok polos yang dijual dan diamankan antara lain :
a.               “PREMIO” sebanyak 2 bungkus.
b.               “SEGI” sebanyak 2 bungkus.

Dari hasil operasi tersebut barang bukti disimpan di kantor Satpol PP untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut dan akan dilaporkan ke KPPBC Kudus / Polres Blora.